Jumat, 20 Juli 2018

SPO (Standar Prosudur Operasional ) KESLING








INSENERATOR

No.Dukumen



No. Revisi

Halaman

2/3

A.    Peringatan
1.     Operator harus memakai sarung tangan tahan panas serta baju kerja lapangan ( were park ) atau APD ( alat pelindung diri ) pada saat dan selama pengoperasian.
2.    Pada saat loading limbah, pintu insenerator kemungkinan dalam posisi panas, sehingga harus menggunakan sarung tangan saat membuka pintu.
3.    Pada saat menutup, pintu insenerator jangan sampai terbanting atau terhempas, karena akan mempengaruhi refractor pada pintu.
4.    Lubang burner tidak boleh sampai tertutup dengan limbah
5.    Dilarang membuka pintu utama ketika sedang terjadi pembakaran dalam insenerator.
6.    Jangan mematikan sisa limbah padat yang masih membara dengan air.
7.    Jangan menginsenerasi kaleng sprayer, container catyang cukup kedap udara, atau bekas lampu bohlam, neon serta bahan-bahan yang dapat atau mudah meledak jika terjadi perbedaan tekanan maupun temperatur tinggi hal ini akan merusak dinding refactory.
UNIT TERKAIT
1.    Direktur
2.    Kabid Rekam Medik
3.    Kasi Penyehatan Lingkungan
4.    Sanitarian








PEMBERSIHAN LANTAI RUANG LOUNDRY

NO. DOKUMEN


.............

NO. REVISI


............
HALAMAN


1/1
PROSEDUR TETAP

TANGGAL TERBIT


.......................
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR


Sekta Desimaya, SE, Akt

Pengertian

Pembersihan lantai ruang loundry adalah kegiatan membersihkan lantai ruang pencucian dari sisa kotoran, genangan air, dan sampah-sampah padat lainnya dengan menggunakan sapu, kain pel, air, larutan desinfektan.
Tujuan
Menciptakan ruangan yang selalu bersih dan mengurangi resiko tertular kuman penyakit yang terbawa oleh linen yang dicuci tersebut.
Kebijakan
Kegiatan ini dilakukan oleh petugas Loundry
Prosedur kerja
Setelah selesai proses pencucian linen, dilanjutkan dengan proses pembersihan ruang cuci dari kotoran, genangan air dan sampah padat lainnya.

Persiapan :
1.       Handscoon
2.       Maskes
3.       Air bersih
4.       Detergen
5.       Larutan Desinfektan
6.       Kain pel
7.       Sapu
Langkah kerja :
1.       Kenakan Handscoon dan masker.
2.       Bersihkan ruang cuci dari sampah padat yang berupa plastik sisa kemasan detergen, botol pengharum, botol desinfektan, dst.
3.       Bersihkan sisa kotoran yang berasal dari linen tadi yang terdapat di lantai dengan menggunakan alat pendorong atau sapu ke lubang pembuangan.
4.       Lalu siram lantai dengan air bersih.
5.       Keringkan sisa air yang masih terdapat pada lantai dengan menggunakan alat pendorong air atau sapu sampai tidak terdapat genangan air lagi.
6.       Siramkan larutan desinfektan ke lantai ruang cuci secara merata dan ratakan dengan sapu dan biarkan selama +15 menit
7.       Selanjutnya Keringkan lantai tersebut dengan kain pel.


Unit Terkait








PEMBERSIHAN BAK TEMPAT PERENDAMAN LINEN

NO. DOKUMEN


.............

NO. REVISI


............
HALAMAN


1/1
PROSEDUR TETAP

TANGGAL TERBIT


.......................
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR


Sekta Desimaya, SE, Akt

Pengertian

adalah kegiatan membersihkan Bak tempat merendam linen kotor dari sisa kotoran, dengan menggunakan air dan larutan desinfektan.
Tujuan
Menghasilkan bak tempat merendam linen kotor agar selalu bersih dan menghindari resiko tertular kuman penyakit yang terbawa oleh linen yang direndam tersebut.
Kebijakan
Kegiatan ini dilakukan oleh petugas Loundry
Prosedur kerja
Persiapan :
1.       Handscoon
2.       Maskes
3.       Air bersih
4.       Larutan Desinfektan
Langkah kerja :
1.       Kenakan Handscoon dan masker.
2.       Bersihkan bak tersebut dari sisa kotoran yang masih menempel dengan menggunakan air mengalir.
3.       Lalu bilas dengan air bersih.
4.       Siramkan larutan desinfektan ke kedalam bak dan seluruh dinding bak.
5.       Sikat sedikit dinding bak dan alasnya dengan menggunakan sikat kain.
6.       Etelah selesai, Bilas dengan air bersih.
7.       Selanjutnya Keringkan bak tersebut dengan cara membaliknya sampai kering.
8.       Bak siap digunakan kembali.
9.       Pembersihan ini dilakukan setiap selesai perendaman.
Unit  Terkait







PEMBERSIHAN TROLEY/WADAH LINEN KOTOR

NO. DOKUMEN


.............

NO. REVISI


............
HALAMAN


1
PROSEDUR TETAP

TANGGAL TERBIT


.......................
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR


Sekta Desimaya, SE, Akt

Pengertian

adalah kegiatan membersihkan Trolley / wadah linen kotor dari sisa kotoran, dengan menggunakan air bersih dan larutan desinfektan.
Tujuan
Menghasilkan trolley/wadah linen kotor agar selalu bersih dan menghindari resiko tertular kuman penyakit yang terbawa oleh linen.
Kebijakan
Kegiatan ini dilakukan oleh petugas Loundry dan petugas pada ruangan terkait.
Prosedur kerja
Persiapan :
1.       Handscoon
2.       Masker
3.       Air bersih
4.       Larutan Desinfektan
Langkah kerja :
1.       Kenakan Handscoon dan masker.
2.       Bersihkan trolley/wadah tersebut dari sisa kotoran yang masih menempel dengan menggunakan air mengalir.
3.       Lalu bilas dengan air bersih.
4.       Siramkan larutan desinfektan ke trolley dan seluruh bagian trolley/wadah tersebut.
5.       Sikat sedikit dengan menggunakan sikat kain.
6.       Dan bilas dengan air bersih.
7.       Selanjutnya Keringkan dengan cara untuk trolley diangin-anginkan, dan untuk wadah dengan cara  membaliknya sampai kering.
8.       Trolley dan wadah siap digunakan kembali.
Unit  Terkait
IDG, rawat inap, rawat jalan, ICU, Laboratorium, Kebidanan, Kamar Operasi, Perinatologi.








PEMBERSIHAN KAMAR MANDI/WC

NO. DOKUMEN


.............

NO. REVISI


............
HALAMAN


1/1
PROSEDUR TETAP

TANGGAL TERBIT


.......................
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR


Sekta Desimaya, SE, Akt

Pengertian

adalah kegiatan membersihkan kamar mandi / WC dari  kotoran dan noda yang menempel pada lantai, kloset dan dinding kamar mandi/WC  dengan menggunakan air bersih dan larutan pembersih lantai.
Tujuan
membuat kamar mandi/WC selalu bersih dan nyaman.
Kebijakan
Kegiatan ini dilakukan oleh petugas Loundry Clening Service.
Prosedur kerja
Persiapan :
1.       Handscoon
2.       Masker
3.       Sikat lantai
4.       Sikat WC
5.       Air bersih
6.       Larutan Pembersih lantai
Langkah kerja :
1.       Kenakan Handscoon dan masker.
2.       Bersihkan kamar mandi / WC dari sampah padat (plastik,tisu, kertas).
3.       Siram/basahi lantai, dinding dan kloset dengan air.
4.       Sikat  sisa kotoran dan noda yang menempel pada lantai dan dinding kamar mandi/WC  dengan menggunakan sikat lantai.
5.       Sikat kloset dan bagian luar dengan menggunakan sikat lantai dan dalam kloset dengan menggunakan sikat WC.
6.       Bila noda tidak mau bersih dengan disikat, tuangkan larutan pembersih lantai pada noda tersebut tunggu beberapa saat dan sikat kembali sampai noda hilang.
7.       Lalu bilas dengan air bersih.
Unit  Terkait








MENCUCI TANGAN

NO. DOKUMEN


.............

NO. REVISI


............
HALAMAN


1/1
PROSEDUR TETAP

TANGGAL TERBIT


.......................
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR


Sekta Desimaya, SE, Akt

Pengertian

adalah kegiatan membersihkan tangan  dari kotoran dan kuman penyakit yang menempel dengan menggunakan air mengalir dan larutan anti septik.
Tujuan
Agar tangan bersih dan bebas kuman.
Kebijakan
Kegiatan ini dilakukan oleh petugas Loundry dan petugas pada ruangan terkait.
Prosedur kerja
Persiapan :
1.       Air bersih
2.       Larutan Anti septik /sabun
3.       Lap bersih/tisu
Langkah kerja :
1.       Letakkan anti septik/sabun di telapak tangan dan gosok – gosok kedua telapak tangan.
2.       Gosok kedua punggung tangan secara bergantian.
3.       Gosok sela - sela jari tangan.
4.       Gosok kedua bubu-buku jari tangan bergantian.
5.       Gosok kedua ibu jari tangan bergantian.
6.       Gosok kedua ujung jari tangan bergantian.
7.       Gosok kedua pergelangan tangan bergantian.
8.       Bilas dengan air mengalir.
9.       Keringkan dengan lap bersih/tisu.
Unit  Terkait








Standard Operating Procedures

PROSEDUR PEMELIHARAAN GENSET
NO DOKUMEN
NO REVISI
HALAMAN
 1/1
PROSEDUR TETAP

TANGGAL TERBIT
DITETAPKAN OLEH,
DIREKTUR



Sekta Desimaya, SE, Akt

PENGERTIAN
Genset adalah seperangkat atau gabungan antara generator atau alternator dan engine yang dapat digunakan  sebagai alat pembangkit listrik.

TUJUAN
Dapat merawat genset dengan baik.

KEBIJAKAN
Dilakukan oleh petugas IPS-RS
PROSEDUR
a.        Oli sebaiknya diganti setiap 150 jam kerja
b.      Filter solar dibersihkan setiap  300 jam kerja dan diganti setiap 600 jam kerja
c.       Filter oli di bersihkan pada saat pergantian oli
d.      Bila dalam pengoperasian ada kelainan pada mesin segera dilaporkan kepada tenaga ahli, jangan memaksa sistem kerja genset
e.       Mesin dioperasikan dengan baik dan selalu hati-hati dan teliti memelihara mesin
EVALUASI



Evaluasi dilakukan rutin berkala.
1.      Harian, dengan melihat laporan harian pengawasan kerja dari supervisi di lapangan
2.      Tiga bulan, melalui rapat rutin Kepala ruangan IPS-RS dengan supervisi dan petugas lapangan.
1.      UNIT TERKAIT
1)      Kasi Kesling
2)      Kepala ruangan IPS-RS
3)      Petugas IPS-RS







Standard Operating Procedures

PROSEDUR PENGOPERASIAN GENSET
NO DOKUMEN
NO REVISI
HALAMAN
 1/1
PROSEDUR TETAP
TANGGAL TERBIT
DITETAPKAN OLEH,
DIREKTUR



Sekta Desimaya, SE, Akt

PENGERTIAN
Genset adalah seperangkat atau gabungan antara generator atau alternator dan engine yang dapat digunakan  sebagai alat pembangkit listrik.

TUJUAN
Mampu mengoperasikan genset dengan benar
KEBIJAKAN
Dilakukan oleh petugas loundry
PROSEDUR
a.       Periksa secara umum keadaan mesin, baut-baut, belting, dan baterai
b.      Periksa oli, solar dan air, pastikan dalam keadaan cukup
c.       Atur handle gas pada posisi star
d.      Hidupkan mesin dengan kunci starter
e.       Biarkan mesin hidup pada putaran rendah kurang lebih 2 menit
f.       Posisikan switch voltase dan amper pada panel listrik kearah kiri
g.      Posisikan MCB pada genset kearah on
h.      Naikkan putaran mesin dengan menarik handle gas kearah kiri dan atur sampai voltase pada panel pada angka 380 V, mesin genset siap untuk diberi beban
i.        Selama beroperasi perhatikan terus keadaan mesin dan tegangan listriknya
j.        Setelah selesai digunakan matikan tombol pompa utama , kembalikan posisi switch panel keposisi semula, MCB pada genset pada posisi off dan genset sudah dapat dimatikansecara perlahan-lahan
k.      Bersihkan mesin dan ruangan genset
EVALUASI



Evaluasi dilakukan rutin berkala.
1.       Harian, dengan melihat laporan harian pengawasan kerja dari supervisi di lapangan
2.      Tiga bulan, melalui rapat rutin Kepala ruangan IPS-RS dengan supervisi dan petugas lapangan.
UNIT TERKAIT
1)      Kasi Kesling
2)      Kepala ruangan IPS-RS
3)      Petugas IPS-RS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar