|
|
INSENERATOR
|
|||||
|
No.Dukumen
|
No. Revisi
|
Halaman
2/3
|
||||
|
|
A.
Peringatan
1.
Operator harus
memakai sarung tangan tahan panas serta baju kerja lapangan ( were park )
atau APD ( alat pelindung diri ) pada saat dan selama pengoperasian.
2.
Pada saat loading limbah, pintu insenerator kemungkinan
dalam posisi panas, sehingga harus menggunakan sarung tangan saat membuka
pintu.
3.
Pada saat menutup, pintu insenerator jangan sampai
terbanting atau terhempas, karena akan mempengaruhi refractor pada pintu.
4.
Lubang burner tidak boleh sampai tertutup dengan limbah
5.
Dilarang membuka pintu utama ketika sedang terjadi
pembakaran dalam insenerator.
6.
Jangan mematikan sisa limbah padat yang masih membara
dengan air.
7.
Jangan menginsenerasi kaleng sprayer, container catyang
cukup kedap udara, atau bekas lampu bohlam, neon serta bahan-bahan yang dapat
atau mudah meledak jika terjadi perbedaan tekanan maupun temperatur tinggi
hal ini akan merusak dinding refactory.
|
|||||
|
UNIT
TERKAIT
|
1. Direktur
2. Kabid Rekam Medik
3. Kasi Penyehatan Lingkungan
4. Sanitarian
|
|||||
|
|
PEMBERSIHAN LANTAI RUANG
LOUNDRY
|
|||||
|
NO. DOKUMEN
.............
|
NO. REVISI
............
|
HALAMAN
1/1
|
||||
|
PROSEDUR TETAP
|
TANGGAL TERBIT
.......................
|
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR
Sekta Desimaya,
SE, Akt
|
||||
|
Pengertian
|
Pembersihan
lantai ruang loundry adalah kegiatan membersihkan lantai ruang pencucian dari
sisa kotoran, genangan air, dan sampah-sampah padat lainnya dengan
menggunakan sapu, kain pel, air, larutan desinfektan.
|
|||||
|
Tujuan
|
Menciptakan
ruangan yang selalu bersih dan mengurangi resiko tertular kuman penyakit yang
terbawa oleh linen yang dicuci tersebut.
|
|||||
|
Kebijakan
|
Kegiatan ini
dilakukan oleh petugas Loundry
|
|||||
|
Prosedur kerja
|
Setelah selesai proses pencucian
linen, dilanjutkan dengan proses pembersihan ruang cuci dari kotoran,
genangan air dan sampah padat lainnya.
Persiapan :
1.
Handscoon
2.
Maskes
3.
Air bersih
4.
Detergen
5.
Larutan
Desinfektan
6.
Kain pel
7.
Sapu
Langkah kerja :
1.
Kenakan
Handscoon dan masker.
2.
Bersihkan
ruang cuci dari sampah padat yang berupa plastik sisa kemasan detergen, botol
pengharum, botol desinfektan, dst.
3.
Bersihkan
sisa kotoran yang berasal dari linen tadi yang terdapat di lantai dengan
menggunakan alat pendorong atau sapu ke lubang pembuangan.
4.
Lalu siram
lantai dengan air bersih.
5.
Keringkan
sisa air yang masih terdapat pada lantai dengan menggunakan alat pendorong
air atau sapu sampai tidak terdapat genangan air lagi.
6.
Siramkan
larutan desinfektan ke lantai ruang cuci secara merata dan ratakan dengan
sapu dan biarkan selama +15 menit
7.
Selanjutnya
Keringkan lantai tersebut dengan kain pel.
|
|||||
|
|
|
|||||
|
Unit Terkait
|
|
|||||
|
|
PEMBERSIHAN BAK TEMPAT
PERENDAMAN LINEN
|
|||||
|
NO. DOKUMEN
.............
|
NO. REVISI
............
|
HALAMAN
1/1
|
||||
|
PROSEDUR TETAP
|
TANGGAL TERBIT
.......................
|
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR
Sekta Desimaya,
SE, Akt
|
||||
|
Pengertian
|
adalah
kegiatan membersihkan Bak tempat merendam linen kotor dari sisa kotoran,
dengan menggunakan air dan larutan desinfektan.
|
|||||
|
Tujuan
|
Menghasilkan
bak tempat merendam linen kotor agar selalu bersih dan menghindari resiko
tertular kuman penyakit yang terbawa oleh linen yang direndam tersebut.
|
|||||
|
Kebijakan
|
Kegiatan ini
dilakukan oleh petugas Loundry
|
|||||
|
Prosedur kerja
|
Persiapan :
1.
Handscoon
2.
Maskes
3.
Air bersih
4.
Larutan
Desinfektan
Langkah kerja :
1.
Kenakan
Handscoon dan masker.
2.
Bersihkan bak
tersebut dari sisa kotoran yang masih menempel dengan menggunakan air
mengalir.
3.
Lalu bilas
dengan air bersih.
4.
Siramkan
larutan desinfektan ke kedalam bak dan seluruh dinding bak.
5.
Sikat
sedikit dinding bak dan alasnya dengan menggunakan sikat kain.
6.
Etelah
selesai, Bilas dengan air bersih.
7.
Selanjutnya
Keringkan bak tersebut dengan cara membaliknya sampai kering.
8.
Bak siap
digunakan kembali.
9.
Pembersihan
ini dilakukan setiap selesai perendaman.
|
|||||
|
Unit Terkait
|
|
|||||
|
|
PEMBERSIHAN TROLEY/WADAH LINEN
KOTOR
|
|||||
|
NO. DOKUMEN
.............
|
NO. REVISI
............
|
HALAMAN
1
|
||||
|
PROSEDUR TETAP
|
TANGGAL TERBIT
.......................
|
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR
Sekta Desimaya,
SE, Akt
|
||||
|
Pengertian
|
adalah
kegiatan membersihkan Trolley / wadah linen kotor dari sisa kotoran, dengan
menggunakan air bersih dan larutan desinfektan.
|
|||||
|
Tujuan
|
Menghasilkan trolley/wadah
linen kotor agar selalu bersih dan menghindari resiko tertular kuman penyakit
yang terbawa oleh linen.
|
|||||
|
Kebijakan
|
Kegiatan ini
dilakukan oleh petugas Loundry dan petugas pada ruangan terkait.
|
|||||
|
Prosedur kerja
|
Persiapan :
1.
Handscoon
2.
Masker
3.
Air bersih
4.
Larutan
Desinfektan
Langkah kerja :
1.
Kenakan
Handscoon dan masker.
2.
Bersihkan trolley/wadah
tersebut dari sisa kotoran yang masih menempel dengan menggunakan air
mengalir.
3.
Lalu bilas
dengan air bersih.
4.
Siramkan
larutan desinfektan ke trolley dan seluruh bagian trolley/wadah tersebut.
5.
Sikat
sedikit dengan menggunakan sikat kain.
6.
Dan bilas
dengan air bersih.
7.
Selanjutnya
Keringkan dengan cara untuk trolley diangin-anginkan, dan untuk wadah dengan
cara membaliknya sampai kering.
8.
Trolley dan
wadah siap digunakan kembali.
|
|||||
|
Unit Terkait
|
IDG, rawat inap, rawat jalan, ICU,
Laboratorium, Kebidanan, Kamar Operasi, Perinatologi.
|
|||||
|
|
PEMBERSIHAN KAMAR MANDI/WC
|
|||||
|
NO. DOKUMEN
.............
|
NO. REVISI
............
|
HALAMAN
1/1
|
||||
|
PROSEDUR TETAP
|
TANGGAL TERBIT
.......................
|
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR
Sekta Desimaya,
SE, Akt
|
||||
|
Pengertian
|
adalah
kegiatan membersihkan kamar mandi / WC dari
kotoran dan noda yang menempel pada lantai, kloset dan dinding kamar
mandi/WC dengan menggunakan air bersih
dan larutan pembersih lantai.
|
|||||
|
Tujuan
|
membuat kamar
mandi/WC selalu bersih dan nyaman.
|
|||||
|
Kebijakan
|
Kegiatan ini
dilakukan oleh petugas Loundry Clening Service.
|
|||||
|
Prosedur kerja
|
Persiapan :
1.
Handscoon
2.
Masker
3.
Sikat
lantai
4.
Sikat WC
5.
Air bersih
6.
Larutan Pembersih
lantai
Langkah kerja :
1.
Kenakan
Handscoon dan masker.
2.
Bersihkan kamar
mandi / WC dari sampah padat (plastik,tisu, kertas).
3.
Siram/basahi
lantai, dinding dan kloset dengan air.
4.
Sikat sisa kotoran dan noda yang menempel pada
lantai dan dinding kamar mandi/WC dengan
menggunakan sikat lantai.
5.
Sikat
kloset dan bagian luar dengan menggunakan sikat lantai dan dalam kloset
dengan menggunakan sikat WC.
6.
Bila noda
tidak mau bersih dengan disikat, tuangkan larutan pembersih lantai pada noda
tersebut tunggu beberapa saat dan sikat kembali sampai noda hilang.
7.
Lalu bilas
dengan air bersih.
|
|||||
|
Unit Terkait
|
|
|||||
|
|
MENCUCI TANGAN
|
|||||
|
NO. DOKUMEN
.............
|
NO. REVISI
............
|
HALAMAN
1/1
|
||||
|
PROSEDUR TETAP
|
TANGGAL TERBIT
.......................
|
DITETAPKAN OLEH :
DIREKTUR
Sekta Desimaya,
SE, Akt
|
||||
|
Pengertian
|
adalah kegiatan
membersihkan tangan dari kotoran dan
kuman penyakit yang menempel dengan menggunakan air mengalir dan larutan anti
septik.
|
|||||
|
Tujuan
|
Agar tangan bersih
dan bebas kuman.
|
|||||
|
Kebijakan
|
Kegiatan ini
dilakukan oleh petugas Loundry dan petugas pada ruangan terkait.
|
|||||
|
Prosedur kerja
|
Persiapan :
1.
Air bersih
2.
Larutan Anti
septik /sabun
3.
Lap
bersih/tisu
Langkah kerja :
1.
Letakkan
anti septik/sabun di telapak tangan dan gosok – gosok kedua telapak tangan.
2.
Gosok kedua
punggung tangan secara bergantian.
3.
Gosok sela
- sela jari tangan.
4.
Gosok kedua
bubu-buku jari tangan bergantian.
5.
Gosok kedua
ibu jari tangan bergantian.
6.
Gosok kedua
ujung jari tangan bergantian.
7.
Gosok kedua
pergelangan tangan bergantian.
8.
Bilas
dengan air mengalir.
9.
Keringkan
dengan lap bersih/tisu.
|
|||||
|
Unit Terkait
|
|
|||||
|
|
Standard Operating Procedures
PROSEDUR PENGOPERASIAN GENSET
|
|||||
|
NO DOKUMEN
|
NO REVISI
|
HALAMAN
1/1
|
||||
|
PROSEDUR TETAP
|
TANGGAL
TERBIT
|
DITETAPKAN OLEH,
DIREKTUR
Sekta Desimaya,
SE, Akt
|
||||
|
PENGERTIAN
|
Genset
adalah seperangkat atau gabungan antara generator atau alternator dan engine
yang dapat digunakan sebagai alat
pembangkit listrik.
|
|||||
|
TUJUAN
|
Mampu mengoperasikan genset dengan
benar
|
|||||
|
KEBIJAKAN
|
Dilakukan
oleh petugas loundry
|
|||||
|
PROSEDUR
|
a. Periksa
secara umum keadaan mesin, baut-baut, belting, dan baterai
b. Periksa
oli, solar dan air, pastikan dalam keadaan cukup
c. Atur
handle gas pada posisi star
d. Hidupkan
mesin dengan kunci starter
e. Biarkan
mesin hidup pada putaran rendah kurang lebih 2 menit
f. Posisikan
switch voltase dan amper pada panel listrik kearah kiri
g. Posisikan
MCB pada genset kearah on
h. Naikkan
putaran mesin dengan menarik handle gas kearah kiri dan atur sampai voltase pada
panel pada angka 380 V, mesin genset siap untuk diberi beban
i.
Selama beroperasi perhatikan terus
keadaan mesin dan tegangan listriknya
j.
Setelah selesai digunakan matikan
tombol pompa utama , kembalikan posisi switch panel keposisi semula, MCB pada
genset pada posisi off dan genset sudah dapat dimatikansecara perlahan-lahan
k. Bersihkan
mesin dan ruangan genset
|
|||||
|
EVALUASI
|
Evaluasi
dilakukan rutin berkala.
1. Harian, dengan melihat laporan harian
pengawasan kerja dari supervisi di lapangan
2. Tiga
bulan, melalui rapat rutin Kepala ruangan IPS-RS dengan supervisi dan petugas
lapangan.
|
|||||
|
UNIT TERKAIT
|
1) Kasi
Kesling
2) Kepala
ruangan IPS-RS
3) Petugas
IPS-RS
|
|||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar