Jumat, 20 Juli 2018

SPO (Standar Prosudur Operasional ) ICU







RS. LANGIT GOLDEN MEDIKA KABUPATEN SAROLANGUN
PEMANTAUAN EKG KONTINU

No.Dukumen

SPO/.................../ RS. LGM-SRL

No. Revisi

Halaman

1/1


SPO

Tanggal Terbit
       
Ditetapkan Direktur




Sekta Desimaya, SE.Akt


PENGERTIAN
Pemantauan (monitor) jantung merupakan suatu alat pemantauan irama jantung yang dapat digunakan secara terus menerus selama pasien dirawat atau selama diperlukan pemantauan.
TUJUAN
Untuk mengidentifikasi disritmia agar dapat menentukan intervensi dini.

KEBIJAKAN
Pelayanan di unit harus selalu berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien. (Sesuai Dengan SK  Tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rawat Intensif).












PROSEDUR
Persiapan alat :
1.        Kapas alkohol
2.        Alat cukur
3.        3 buah chest lead / elektrode
4.        Monitor EKG
5.        Kabel elektroda lengkap dengan monitor

Persiapan pasien :
1.        Pasien / keluarga diberitahu tentang tindakanyang dilakukan
2.        Atur posisi supine / semifowler

Tindakan :
1.        Cuci tangan sesuai prosedur
2.        Identifikasi sesuai prosedur.
3.        Jelaskan tujuan pemasangan monitor jantung pada pasien dan keluarga
4.        Bersihkan / cukur area lokasi elektrode di dada yang berambut (segitiga Enthoven)
5.        Pasang elektrode / chest lead
6.        Sambungkan elektrode pada monitor dengan kabel (merah / kode RA kanan, kuning / kode LA - kiri, hitam / kode LL atau L - kiri bawah)
7.        Setting alarm, suara monitor dan tampilan EKG
8.        Rapikan kembali alat-alat
9.        Nilai kondisi pasien
10.     Cuci tangan sesuai prosedur.
11.     Dokumentasikan prosedur dan responpasien.
UNIT TERKAIT
Rawat Intensif /  ICU







RS. LANGIT GOLDEN MEDIKA KABUPATEN SAROLANGUN
PEMANTAUAN CVP

No.Dukumen

SPO/.................../ RSLGM-SRL

No. Revisi

Halaman

1/2


SPO

Tanggal Terbit
       
Ditetapkan Direktur




Sekta Desimaya, SE.Akt

PENGERTIAN
Pemantauan haemodinamik, status volume cairan penderita melalui catheter vena sentral.
TUJUAN
Untuk menilai status volume cairan penderita, Mengetahui haemodinamika klien secara invasif.

KEBIJAKAN
Pelayanan di unit harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan pasien. (Sesuai Dengan SK DirekturTentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rawat Intensif).












PROSEDUR
1.        Persiapan pasien:
a.       Penderita diberitahu jika sadar
b.      Atur posisi tidur supine / head up
2.        Persiapan alat:
a.       Water pass
b.      Cairan isotonik
3.        Pelakasaan:
a.       Penderita diberitahu
b.      Ganti cairan infus dengan isotonik bila yang terpasang cairan hipertonik
c.       Percepat cairan infus untuk menilai kelancaran aliran cairan
d.      Hentikan aliran cairan ke pasien dengan cara memutar threeway stop cook
e.      Alirakan cairan infus ke arah manometer sampai setinggi 20 sentimeter H2O diatas titik nol
f.        Gantikan cairan infus yang mengalir ke arah manometer dengan mengunci / memutar threeway ke arah infus
g.      Tentukan titik nol pada manometer dengan cara mengukur antara intercostae 4 pada garis midline axila menggunakan water pass
h.      Buka threeway dari manometer kearah cvc dan tunggu sampai aliran berhenti sambil meperhatikan adanya udulasi sesuai irama nafas
i.         Hitung / catat niali cvp pada manometer
j.         Alirkan kembali tetesan infus yang menuju cvc
k.       Hasil pengukuran catat di lembar observasi
UNIT TERKAIT
Instalasi Rawat Intensif





PEMBERIAN CAIRAN MELALUI INFUS PUMP

No. Dokumen
No. Revisi 0
Halaman 1/1



Tanggal Terbit
Ditetapkan oleh,
Direktur



Sekta Desimaya, SE.Akt

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PENGERTIAN
Alat untuk mengatur laju tetesan cairan yang dihubungkan dengan slang infuse ke penderita


TUJUAN
1.        Mengatur tetesan secara adekuat
2.        Memberikan cairan secara cepat dan akurat
3.        Menghindari kelebihan cairan


KEBIJAKAN
Pelayanan   di   unit   harus   selalu   berorientasi   kepada   mutu dan
keselamatan pasien. (Sesuai Dengan SK Direktur RSTentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rawat Intensif  RS ).











PROSEDUR
Persiapan pasien :
1.        Penderita diberitahu jika sadar
2.        Atur posisi tidur supine / head up

Persiapan alat :
1.        Infus pump
2.        Set infus
3.        Cairan infus
4.        Tiang infus

Pelaksanaan :
1.       Pasang infus pump pada tiang infus
2.      Hubungkan kabel power infus dengan sumber listrik
3.       Tusukkan selang infus pada botol infus dan pastikan slang infus telah terisi cairan infus kemudian matikan stop cock
4.       Buka pintu infus pump masukkan slang infus yang telah terisi cairan pada jalur slang di infus pump dan tutup kembali pintunya
5.       Hidupkan power infus pump setting jumlah total cairan dan rate cairan yang diinginkan
6.       Ganti aliran infus penderita dengan infus yang dihubungkan dengan infus pump
7.       Tekan tombol start pada infus pump maka cairan akan mengalir

UNIT TERKAIT
Instalasi Rawat Intensif






REKAMAN EKG 12 LEAD

No. Dokumen
No. Revisi 0
Halaman 1/2



Tanggal Terbit
Ditetapkan oleh,
Direktur



Sekta Desimaya, SE.Akt

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PENGERTIAN
Pengambilan rekaman impuls listrik jantung melalui rekaman alat elektrokardiografi

TUJUAN
Untuk mendeteksi adanya kelainan impuls listrik jantung



KEBIJAKAN
Indikasi    pemeriksaan    laboratorium    dan    radiologi  berdasarkan
permintaan dari DPJP dan setiap permintaan laboratorium dan radiologi dituliskan pada formulir yang sudah ditentukan. (Sesuai Dengan SK Direktur RS Tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rawat Intensif RS ).













PROSEDUR
1.        Cuci tangan dan identifikasi pasien sesuai prosedur
2.        Buka dan longgarkan pakaian bagian atas, bila pasien memakai jam tangan, gelang, dan logam yang lain dilepas
3.        Bersihkan kotoran dan lemak pada daerah dada, pergelangan tangan dan kaki dengan menggunakan kapas alkohol
4.        Oleskan jelly EKG ( bila perlu ) pada permukaan elektrode
5.        Pasang manset elektroda pada kedua pergelangan tangan dan kaki (lead I, II, III, AVR, AVL, AVF )
-          Warna merah pada tangan kanan
-          Warna kuning pada tangan kiri
-          Warna hitam pada kaki kanan
-          Warna hijau pada kaki kiri
6.        Pasang elektrode
-          V1 pada ruang iga ke 4 garis sternal kanan
-          V2 pada ruang iga ke 4 garis sternal kiri
-          V3 terletak antara v2 dan v4
-          V4 ruang iga ke 5 pada garis tengah clavicula kiri
-          V5 pada garis axilla depan sejajar v4
-          V6 pada garis axilla tengah sejajar dengan v5
7.        Lakukan kalibrasi 10mm dengan kecepatan 25mm volt / detik
8.        Buat rekaman secara berurutan sesuai pilihan lead yang terdapat pada mesin EKG
9.        Rapikan alat dan pasien
10.     Memberi identitas pasien pada hasil rekaman : nama, umur, tanggal, dan jam rekaman serta nomor lead dan nomor rekam medik serta tekanan darah








RS. LANGIT GOLDEN MEDIKA KABUPATEN SAROLANGUN
BRONCHIAL WASHING

No.Dukumen

SPO/.................../ RS. LGM-SRL

No. Revisi

Halaman

2/2
  PROSEDUR
10.    Dengan tangan kanan masukkan catheter steril ke dalam trachea (ETT, canul tracheostomy ) dalam keadaan tidak mengisap sampai terjadi reflek batuk, ketika pasien batuk tarik catheter 1-2 cm kemudian lakukan pengisapan dengan cara menutup lubang cateter pada daerah proximal dengan ibu jari sambil ditarik pelan dengan posisi  cateter diputar
11.    Setelah langkah 10 perawat II memasukkan cairan Nacl 0,9% 3cc ke dalam ETT/ canul tracheostomy kemudian melakukan bagging dengan ambuu bag / jackson reese
12.    Selanjutnya perawat I melakukan pengisapan kembali
13.    Setelah selesai perawat II melakukan baging dan perawat I melakukan clapping dengan telapak tangan kiri kemudianmelakukan auskultasi suara paru kiri dan kanan sementara perawat II terus melakukan baging
14.    Perawat I melakukan pengisapan kembali
15.    Lakukan prosedur 11 13 sampai jalan nafas bersih/ ronchi tidak terdengar
16.    Setelah jalan nafas bersih lakukan suction pada mulut dan hidung
17.    Bersihkan cateter dengan kapas / kasa alkohol bilas dengan air
18.    Lepas cateter dari salang suction dan masukkan cateter ke dalam ember yang berisi cairan desinfektan
19.    Setelah selesai rapikan dan bereskan alat-lat
20.    Catat produksi secret yang keluar dan vital sign pasien
UNIT TERKAIT
Instalasi Rawat Intensif / ICU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar