RS. LANGIT GOLDEN
MEDIKA KABUPATEN SAROLANGUN
|
PEMANTAUAN EKG KONTINU
|
|||||
|
No.Dukumen
SPO/.................../ RS. LGM-SRL
|
No. Revisi
|
Halaman
1/1
|
||||
|
SPO
|
Tanggal Terbit
|
Ditetapkan Direktur
Sekta Desimaya, SE.Akt
|
||||
|
PENGERTIAN
|
Pemantauan
(monitor) jantung merupakan suatu alat pemantauan irama jantung yang dapat
digunakan secara terus menerus selama pasien dirawat atau selama diperlukan
pemantauan.
|
|||||
|
TUJUAN
|
Untuk
mengidentifikasi disritmia agar dapat menentukan intervensi dini.
|
|||||
|
KEBIJAKAN
|
Pelayanan di unit
harus selalu berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
(Sesuai Dengan SK Tentang Kebijakan Pelayanan
Instalasi Rawat Intensif).
|
|||||
|
PROSEDUR
|
Persiapan
alat :
1.
Kapas alkohol
2.
Alat cukur
3.
3 buah
chest lead / elektrode
4.
Monitor EKG
5.
Kabel elektroda lengkap dengan monitor
Persiapan pasien :
1.
Pasien / keluarga
diberitahu tentang tindakanyang dilakukan
2.
Atur posisi supine
/ semifowler
Tindakan
:
1.
Cuci tangan sesuai prosedur
2.
Identifikasi sesuai prosedur.
3.
Jelaskan tujuan pemasangan monitor jantung
pada pasien dan keluarga
4.
Bersihkan /
cukur area lokasi elektrode di dada yang berambut (segitiga Enthoven)
5.
Pasang elektrode / chest lead
6.
Sambungkan elektrode pada monitor dengan
kabel (merah / kode
RA – kanan,
kuning / kode LA - kiri, hitam
/ kode LL atau L -
kiri
bawah)
7.
Setting
alarm, suara monitor dan tampilan EKG
8.
Rapikan kembali alat-alat
9.
Nilai kondisi pasien
10. Cuci tangan sesuai prosedur.
11. Dokumentasikan prosedur dan responpasien.
|
|||||
|
UNIT TERKAIT
|
Rawat Intensif
/ ICU
|
|||||
RS. LANGIT GOLDEN MEDIKA KABUPATEN SAROLANGUN
|
PEMANTAUAN CVP
|
|||||
|
No.Dukumen
SPO/.................../ RSLGM-SRL
|
No. Revisi
|
Halaman
1/2
|
||||
|
SPO
|
Tanggal Terbit
|
Ditetapkan Direktur
Sekta Desimaya, SE.Akt
|
||||
|
PENGERTIAN
|
Pemantauan
haemodinamik, status volume cairan penderita melalui catheter vena sentral.
|
|||||
|
TUJUAN
|
Untuk
menilai status volume cairan penderita, Mengetahui haemodinamika klien secara
invasif.
|
|||||
|
KEBIJAKAN
|
Pelayanan
di unit harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan pasien. (Sesuai
Dengan SK DirekturTentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rawat Intensif).
|
|||||
|
PROSEDUR
|
1.
Persiapan pasien:
a. Penderita diberitahu jika sadar
b. Atur posisi tidur
supine / head up
2.
Persiapan alat:
a. Water pass
b. Cairan isotonik
3.
Pelakasaan:
a. Penderita diberitahu
b. Ganti
cairan infus dengan isotonik bila yang terpasang cairan hipertonik
c. Percepat cairan infus untuk menilai kelancaran aliran cairan
d. Hentikan
aliran cairan ke pasien dengan cara memutar threeway stop cook
e.
Alirakan
cairan infus ke arah manometer sampai setinggi 20 sentimeter H2O diatas titik
nol
f.
Gantikan cairan infus yang mengalir ke arah
manometer dengan mengunci / memutar threeway ke arah
infus
g.
Tentukan titik nol pada
manometer dengan cara mengukur antara intercostae 4 pada garis midline axila
menggunakan water pass
h.
Buka threeway dari
manometer kearah cvc dan tunggu sampai aliran berhenti sambil meperhatikan adanya
udulasi sesuai irama nafas
i.
Hitung / catat
niali cvp pada
manometer
j.
Alirkan
kembali tetesan infus
yang menuju cvc
k. Hasil pengukuran catat di lembar
observasi
|
|||||
|
UNIT TERKAIT
|
Instalasi Rawat Intensif
|
|||||
|
PEMBERIAN CAIRAN MELALUI INFUS PUMP
|
||||||
|
No. Dokumen
|
No. Revisi 0
|
Halaman 1/1
|
|||||
|
Tanggal Terbit
|
Ditetapkan
oleh,
Direktur
Sekta Desimaya, SE.Akt
|
||||||
|
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
|
|||||||
|
PENGERTIAN
|
Alat untuk mengatur laju tetesan cairan yang dihubungkan dengan slang infuse ke penderita
|
||||||
|
TUJUAN
|
1.
Mengatur tetesan secara adekuat
2.
Memberikan
cairan secara cepat
dan akurat
3.
Menghindari kelebihan cairan
|
||||||
|
KEBIJAKAN
|
Pelayanan di
unit harus selalu
berorientasi kepada mutu dan
keselamatan
pasien. (Sesuai Dengan
SK Direktur RSTentang Kebijakan Pelayanan
Instalasi Rawat
Intensif RS ).
|
||||||
|
PROSEDUR
|
Persiapan
pasien :
1.
Penderita diberitahu jika sadar
2.
Atur posisi
tidur supine / head up
Persiapan alat
:
1.
Infus pump
2.
Set infus
3.
Cairan infus
4.
Tiang infus
Pelaksanaan :
1. Pasang infus
pump pada tiang
infus
2. Hubungkan kabel
power infus dengan sumber listrik
3.
Tusukkan selang infus pada botol infus dan
pastikan slang infus telah terisi cairan infus kemudian matikan stop cock
4.
Buka pintu infus pump
masukkan slang infus
yang telah terisi
cairan pada jalur slang
di infus pump
dan tutup kembali pintunya
5.
Hidupkan power infus pump
setting jumlah total cairan dan rate cairan
yang diinginkan
6.
Ganti aliran
infus penderita dengan
infus yang dihubungkan dengan infus pump
7. Tekan tombol start pada infus
pump maka cairan akan mengalir
|
||||||
|
UNIT TERKAIT
|
Instalasi Rawat Intensif
|
||||||
|
REKAMAN EKG 12
LEAD
|
||||||
|
No. Dokumen
|
No. Revisi 0
|
Halaman 1/2
|
|||||
|
Tanggal Terbit
|
Ditetapkan
oleh,
Direktur
Sekta Desimaya, SE.Akt
|
||||||
|
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
|
|||||||
|
PENGERTIAN
|
Pengambilan rekaman impuls listrik jantung
melalui rekaman alat elektrokardiografi
|
||||||
|
TUJUAN
|
Untuk mendeteksi adanya
kelainan impuls listrik jantung
|
||||||
|
KEBIJAKAN
|
Indikasi pemeriksaan laboratorium dan radiologi berdasarkan
permintaan
dari DPJP dan
setiap permintaan laboratorium dan radiologi
dituliskan pada formulir yang sudah ditentukan. (Sesuai Dengan SK Direktur RS Tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi Rawat Intensif RS ).
|
||||||
|
PROSEDUR
|
1.
Cuci tangan dan
identifikasi pasien sesuai prosedur
2.
Buka dan longgarkan pakaian bagian atas,
bila pasien memakai jam tangan, gelang, dan logam yang
lain dilepas
3.
Bersihkan
kotoran dan lemak
pada daerah dada,
pergelangan tangan dan kaki
dengan menggunakan kapas
alkohol
4.
Oleskan jelly EKG
( bila perlu
) pada permukaan elektrode
5.
Pasang manset elektroda pada kedua pergelangan
tangan dan kaki (lead I, II,
III, AVR, AVL,
AVF )
-
Warna merah pada
tangan kanan
-
Warna kuning pada
tangan kiri
-
Warna hitam pada
kaki kanan
-
Warna hijau pada
kaki kiri
6.
Pasang elektrode
-
V1 pada ruang
iga ke 4 garis sternal kanan
-
V2 pada ruang
iga ke 4
garis sternal kiri
-
V3 terletak antara
v2 dan v4
-
V4 ruang iga
ke 5 pada
garis tengah clavicula kiri
-
V5 pada garis
axilla depan sejajar v4
-
V6 pada garis
axilla tengah sejajar dengan v5
7.
Lakukan kalibrasi 10mm
dengan kecepatan 25mm
volt / detik
8.
Buat rekaman secara berurutan sesuai pilihan
lead yang terdapat pada mesin EKG
9.
Rapikan alat dan
pasien
10.
Memberi identitas pasien pada hasil
rekaman : nama,
umur, tanggal, dan jam
rekaman serta nomor lead dan nomor rekam medik serta tekanan darah
|
||||||
|
RS. LANGIT GOLDEN MEDIKA KABUPATEN SAROLANGUN
|
BRONCHIAL WASHING
|
|||||
|
No.Dukumen
SPO/.................../
RS. LGM-SRL
|
No.
Revisi
|
Halaman
2/2
|
||||
|
PROSEDUR
|
10.
Dengan tangan kanan masukkan catheter steril ke dalam trachea (ETT, canul tracheostomy ) dalam keadaan
tidak mengisap sampai terjadi
reflek batuk, ketika pasien batuk tarik catheter 1-2 cm kemudian lakukan pengisapan dengan cara menutup
lubang cateter pada daerah
proximal dengan ibu jari sambil
ditarik pelan dengan posisi cateter diputar
11. Setelah langkah 10 perawat II
memasukkan cairan Nacl
0,9% 3cc ke dalam ETT/ canul tracheostomy
kemudian melakukan bagging dengan ambuu bag / jackson reese
12.
Selanjutnya perawat I melakukan pengisapan kembali
13. Setelah selesai perawat II melakukan
baging dan perawat I melakukan clapping
dengan telapak tangan kiri kemudianmelakukan auskultasi suara paru kiri dan kanan sementara perawat II terus melakukan baging
14.
Perawat I melakukan pengisapan kembali
15.
Lakukan prosedur 11 – 13 sampai jalan
nafas bersih/ ronchi
tidak terdengar
16.
Setelah jalan nafas bersih lakukan suction pada mulut dan hidung
17.
Bersihkan cateter dengan
kapas / kasa
alkohol bilas dengan
air
18.
Lepas cateter dari salang suction dan masukkan cateter ke dalam ember yang berisi cairan
desinfektan
19.
Setelah selesai rapikan dan bereskan alat-lat
20.
Catat produksi secret
yang keluar dan vital sign
pasien
|
|||||
|
UNIT TERKAIT
|
Instalasi Rawat Intensif / ICU
|
|||||

Tidak ada komentar:
Posting Komentar