Jumat, 20 Juli 2018

SPO (Standar Prosudur Operasional ) Perinatologi






ASFIKSIA NEONATORIUM

No. Dokumen

No. Revisi
01
Halaman
1/2




Tanggal

Ditetapkan oleh,
Direktur



Sekta Desimaya, SE.Akt

PROSEDUR
TETAP

PENGERTIAN
Asfiksia Neonaforum adalah kegagalan nafas secara spontan dan teratur pada bayi baru lahir
·         Asfiksia merupakan penyebab kematian neonatal dan kecacadan
·         Asfiksia perinatal dapat terjadi selama antepartum, intra partum maupun post partum
·         Ditandai dengan :
o    Bayi tidak bernapas atau napas megap-megap
o    Denyut Jantung < 100x/menit
o    Kulit sianosis, pucat
o    Tonus otot menurun
·                                                          Untuk diagnosis asfiksia tidak perlu menunggu nilai APGAR

TUJUAN
·         Menangani asfiksia Neonatorum
·         Mengurangi angka kematian dan kecacatan pada neonatus








PROSEDUR
1.       Lakukan Langkah Resusitasi ( lihat bagan resusitasi )
2.       Kolaborasi dokter dalam pemberian terapi medikamentosa
3.       Beri oksigen bila perlu atau bayi masih siasonis saturasi oksigen yang di tunjukan oleh oksimetri belum mencapai terget sesuai bayi kurangi sampai batas terendah secara bertahap
4.       Perawatan dan pemantauan pasca Resusitasi
o   Bayi dirawat di ruang Perinatologi bukan dirawat gabung, untuk pemantauan keadaan pasca asfiksia
o   Pantau keadaan umum bayi, Frekuensi jantung, Frekuensi dan irama nafas, saturasi oksigen dengan alat oksimetri, Tangis bayi kesadaran, produksi urin dan suhu bayi
o   Jaga kehangatan bayi, masukan bayi pasca resusitasi di incubator atau cuvis sesuai berat badan dan masa gestasi bayi
o   Periksa kadar gula 4 jam resusitasi
o   Perhatian khusus diberikan pada waktu malam hari
5.       Mencatat tindakan resusitasi
o   Kondisi bayi saat lahir
o   Tahapan resusitasi yang telah dilakukan
o   Waktu antara lahir dengan memulai pernapasan
o   Pengamatan klinis selama dan sesudah tindakan resusitasi
o   Hasil tindakan resusitasi
o   Bila resusitasi gagal, apa kemungkinan penyebab kegagalan
o   Nama-nama tenaga kesehatan yang melakukan tindakan resusitasi

6.       Yakinkan bayi mampu minum dan mempunyai refleks hisap dan telan setelah keadaan bayi stabil tanpa oksigen dengan pembarian ASI dan menetek pada ibu
7.       Bila bayi tidak dapat langsung menetek dan masih memakai oksigen
Berikan ASI pernah dengan pipa lambung
8.       Bila bayi tidak dapat menerima asupan dengan pipa lambung sekaligus, pasang jalur infus dan cairan infus D10% sesuai dosis
9.       Konseling pada keluarga
o   Bila resusitasi berhasil : beritahu ibu dan keluarga tentang keadaan bayi, serta ditundanya untuk dilakukan IMD dan rawat gabung
o   Bila resusitasi gagal : beri dukungan emosional pada keluarga terutama orang tua bayi


UNIT TERKAIT




PROSEDUR
 R. VK, Perinatologi, IGD , OK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar